Pertengahan desember, "deres-deres e sumber" perkataan yang diucapkan salah seorang teman pada sabtu malam. Sabtu malam identik dengan jalan berdua bersama pacar,gebetan ataupun selingan hehe,tp untuk malam ini jalanan jogja terlalu ramai dan saya rasa ngobrol dirumah teman karib saya
moko akan lebih nyaman,tentunya dengan ditemani
Awank juga. Rumah didalam kampung Janganan, kampung kecil dimana saya dibesarkan dengan kebiasaan dan kearifan masyarakat sekitar, kampung di selatan kota jogja yang identik dengan kandang menjangan ,bangunan khas peninggalan kraton yang penjelasanya bisa dilihat
disini.
Obrolan teman sejawat menjadi begitu hangat dan pas dengan secangkir kopi,meskipun hujan malam ini menjadikan malam cukup dingin.
Kata demi kata tersusun menjadi kalimat yang berbuah cerita dari obrolan kami bertiga,tentunya tidak perlu saya tuliskan disini tentang apa yang kami ceritakan malam ini,tapi yang jelas secara garis besar tentang kehidupan dan hoby kami,burung. hehe . Tentang hidup yang kami perbincangkan, sepatutnya saya harus bersyukur kepada Allah dzat yang maha oke karena banyak hal, satu hikmah yang saya ambil dari perbincangan malam ini. Rasa syukur yang mencukupi segala hal,ketenangan batin lebih dari sekedar materi.
Malam ini hujan bertambah deras,sepertinya saya membutuhkan payung untuk pulang,berbicara tentang payung saya rasa identik dengan barang yang dapat difungsikan saat hujan ataupun panas terik, saya juga berharap bisa menjadi "payung" yang bermanfaat bagi orang-orang yang disekitar saya dan tentunya selalu dibutuhkan dimana tempat saya berada, dalam batin saya setelah percakapan tadi, karena kita tahu
sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainya.